Backpacking Thailand to Malaysia : Keluar Negeri Jalan Kaki


Hi! akhirnya punya waktu untuk nulis lagi nih.
Kali ini gue bakal kasih info backpacker dari Thailand ke Malaysia. Kalau kalian ingat di post-an Dfeel Hostel Review gue sempat ngobrol sama anak dari pemilik hostel Dfeel mengenai perjalanan gue dari Phuket ke Penang, yang berakhir dengan komentar dia....

"Emma, why your journey looks so complicated?" Σ(‘◉⌓◉’)

Hahahaha......sebenarnya dibilang complicated bisa jadi. Sebenarnya untuk menuju Penang bisa saja langsung naik bus/minivan ke Hatyai terus lanjut lagi naik minivan menuju Penang, namun karena gue males tawar-menawar dengan calo di Hatyai dan penasaran berat sama kereta api ke Butterworth di Stasiun Padang Besar yang baru saja beroperasi tahun 2015 ini, pada akhirnya....gue memilih untuk mengambil cara sedikit complicated, kalau menurut si kokoh Dfeel Hostel.


Perjalanan yang gue lakukan ini memakan waktu nyaris seharian, sekitar 3-5 jam lebih lama daripada naik minivan langsung ke Penang. Rutenya,
1. Bus malam ke Hatyai
2. Lanjut minivan ke Padang Besar Border
3. Dari Padang Besar Station naik kereta ke Butterworth
4. Naik ferry ke Georgetown

Gimana? kalau diperhatikan nyaris naik semua alat transportasi kan? Buat gue sendiri, bagian terberat dari perjalanan ini bukan perjalanannya itu sendiri melainkan tenaga lebih yang harus dikeluarkan untuk mengangkut si gembolan lucu di foto atas karena....YAK!! Kita keluar negeri jalan kaki saudara-saudari, terlebih lagi gembolan lucu tersebut rusak oleh kenek bus malam di Phuket, dan gue hanya bisa berkata....

"It's Ok....no no no, it's OK" (´_`。)

PHUKET TO HATYAI

Untuk menuju Hatyai, kami naik bus ekspres malam Sri Trang jam 21.30 (THB 405/orang), beli tiket online di 12GoAsia dan bayar langsung di 7/11. Simpel.

Jam 20.00 WIB, kita berangkat menuju Terminal Bus Phuket naik taksi hostel. Begitu sampai, seperti yang sudah diwanti-wanti banyak orang di internet....CALO. Salah satu yang nggak gue suka, baru saja turun taksi, banyak (terduga) calo berisik nawarin bus. Nggak jauh beda lah seperti di sini. Tapi karena mereka juga sih, gue berhasil menukarkan voucher tiket di loketnya. Oh iya! mbak di belakang loket juga nggak ramah, jadi jangan diambil hati ya...mungkin dia lelah~

Untuk tempat menunggu bus, nggak jauh dengan yang ada di sini. Mungkin karena sudah malam jadi yang banyak di sana adalah  (terduga) sopir dan kenek yang lagi berisitirahat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Jika ingin membeli cemilan lucu sebenarnya di sana ada minimart kecil, tapi variasi makanannya nggak terlalu menarik dan cukup mahal, jadi lebih baik kalian ke Super Cheap yang ada di seberang terminal kalau waktunya masih banyak.


Ini dia! bus malam ekspres Sri Trang. Bus Double Decker, yeah!! Dari dulu penasaran banget rasanya menghabiskan malam di bus seperti ini. Akhirnya terwujudkan juga. Perjalanan menuju Hatyai menghabiskan waktu sekitar 7 jam, bebas macet karena malam hari, dan bus ini tepat waktu loh berangkatnya kemarin. Good job Sri Trang!! ( •̀ᄇ• ́)ﻭ✧


Bagian dalam bus. Setiap kursi diberi kain supaya nggak kedinginan sepanjang perjalanan. Oh iya, sama seperti bus jarak jauh lainnya, bus ini juga ngambil penumpang di tempat lain, jadi nggak semua berangkat dari terminal. Kemarin orang yang berangkat dari terminal bisa dihitung jari, tiba-tiba di tengah jalan penuh aja. Nggak ada colokan buat charge hape ya.

PERJALANANNYA GIMANA??


Kebetulan dapat tempat duduk yang terpisah sendiri di depan, jadi bisa mengabadikan moment di perjalanan. Ya, beginilah.....jalanan kosong bebas hambatan. Ada 2 hal yang gue suka dari bus di sini, yaitu....

1. Busnya berjalan cepat tapi tidak ugal-ugalan
2. Tidak nyetel musik keras saat perjalanan. Well, sebenarnya ketika mereka berhenti untuk ngambil penumpang, sempat terdengar lagu dari bawah tapi nggak keras dan JEDAG JEDUG JEDAG JEDUG ♪└|゚皿゚ |┐♪└| ゚皿゚ |┘♪┌| ゚皿゚|┘♪

Jujur, gue bukan orang yang biasa menggunakan alat transportasi bus jarak jauh ketika bepergian, karena lebih memilih untuk naik kereta. Pernah sekali naik bus jarak jauh ke Semarang dari Jakarta dan SUMPAHHH ugal-ugalan banget!! Beberapa kali hampir jatuh dari tempat duduk atau kepentok kursi depan karena rem mendadak. Selain itu, sepanjang perjalanan nyetel lagu dangdut koplo ajib banget, mungkin maksudnya supaya sopir nggak ngantuk tapi kan.....


and this is it!! the most thrilling moment.....
Beberapa kali bus masuk ke jalanan seperti ini. Gelap, kanan kiri tanpa penerangan, kenceng, dan terkadang ada mobil atau kendaraan lain dari arah berlawanan. Coba bayangkan, kalau ada apa-apa di tengah sana mau minta pertolongan pun sulit. Sejujurnya mendebarkan. Lumayan uji adrenalin.
Gue duga sih, ini ketika melewati kebun-kebun kelapa sawit di sana.

TAPI! menurut saudara C.E ketika bus masuk di area seperti ini, dia bisa melihat banyak gugusan bintang di langit. Katanya, seperti gugusan bintang di Dieng. Jadi, bagi kalian yang pernah pergi ke sana.....keren banget kan pasti pemandangannya!

Jadi mungkin saran gue, duduk di depan tapi yang dekat jendela ya supaya dapat moment thrilling dan pemandangan bagus dari gugusan bintang selama perjalanan.

TERMINAL BUS HATYAI


Sekitar jam 04.00 subuh, bus sudah sampai di Terminal Hatyai, dan di sinilah ujian kedua berada. Setidaknya, lu harus pintar menjaga emosi ketika turun bus karena...lagi-lagi CALO akan bersekeras menawarkan jasa minivan. Gue nggak bisa bayangin, di subuh hari harus tawar-menawar sama calo.

Pada dasarnya calo di sini juga sama saja, cari duit. Meskipun keberadaannya cukup mengganggu tapi mereka nggak akan melakukan apa-apa sih, dan karena kemarin sudah tahu tujuan selanjutnya menuju Padang Besar, jadi ketika mereka menawarkan "to Penang miss, where are you go?" bisa lah jawab dengan tegas "No, Padang Besar". Nggak lama kemudian mereka hilang dan pergi menjauh.


Ujian ketiga adalah..... "Ngapain lu nunggu 3 jam di tempat terbuka?" Σ(‘◉⌓◉’)

Tentu karena masih terlalu pagi, nggak banyak yang bisa dilihat di sana. Sebenarnya, kalau iseng mau sekedar jalan-jalan atau lapar, ada Tesco 24 jam di seberang terminal. Di sana bisa lah sejenak cuci mata atau cari makanan. Sisanya.....lanjut tidur yang terpotong mungkin kali ya. Tersedia kursi panjang untuk rebahan kalau kalian pede jaya untuk rebahan di sana.


Sekitar jam 04.30 WIB, pedagang makanan di pinggiran jalan sudah mulai berdatangan dan sampai jam 06.00 WIB sudah banyak tempat makan yang buka di sana. Lumayan, buat kalian yang ingin makan terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Sudah terang juga, kalian juga bisa jalan-jalan di sekitar terminal, melihat aktivitas warga lokal sehari-hari.

HATYAI TO PADANG BESAR

Menuju Padang Besar Boarder, kami menggunakan minivan paling pagi dari Hatyai, jam 07.00 WIB. Untuk perjalanannya sendiri memakan waktu sekitar 1 jam dari Hatyai. Minivan menuju Padang Besar bisa kalian temukan di platform no.24, biayanya THB 50 Nett, nggak usah pakai tawar-menawar lagi.

Info lengkap cek dan silahkan klik di sini \(^▽^*)

Jadilah, pagi itu kami menunggu minivan berangkat sembari nonton berita Pengeboman di dekat Kuil Erawan, Bangkok yang berakhir dengan komentar dari saudara A.H

"Itu, baju pengembomnya kok ada tulisan ITC deh." #nahlohh

Pemandangan sepanjangan jalan menuju Padang Besar dapat dikatakan unik, terutama ketika sudah dekat perbatasan karena banyak bendera Malaysia yang disilangkan dengan bendera Thailand, kemudian mulai tampak banyak anak sekolah yang menggunakan kerudung dan tentunya.....tulisan alfabet yang mulai bermunculan!! Akhirnya~ bisa baca lagi hehehe.

Tapi ya gitu, nikmati keadaan sekitar sambil merem melek. Ngantuk banget gan!

PADANG BESAR BORDER

Kita semua diturunkan tepat di depan Padang Besar Border, dari sana tinggal jalan masuk ke dalam menuju imigrasi untuk keluar dari Thailand. Nggak terlalu jauh kok dari tempat diturunkan tadi. Di sekitar imigrasi tersebut, ada banyak ojek yang dapat membawa kita langsung menuju imigrasi Malaysia. Kondisi Padang Besar Border ini juga tidak ramai karena memang bukan jalur turis, melainkan untuk warga lokal. Saking jarangnya turis lewat sini, orang imigrasi Thailand sampai bingung terus ngomong

"Where do you from? Phuket? You know, they have many cheap planes to Malaysia." #haiyahhh

Keluar dari imigrasi Thailand, lanjut jalan menuju imigrasi Malaysia sekitar 1km. Jaraknya sih nggak jauh tapi lagi-lagi harus sambil bawa gembolan lucu. Lucunya lagi, kenapa para pembawa gembolan tersebut pada nggak pake jasa ojek ya??


Memasuki imigrasi Malaysia. Ingat ya! untuk pejalan kaki, berada di jalur yang sama dengan mobil pick-up dan bus, kemarin karena sama sekali tidak ada penanda dan sepertinya kurang minum, kita jalan terus dan masuk ke jalur motor yang berada di sebelahnya. Jadi....harus balik lagi deh. (・ω・o)

Berbagai urusan di imigrasi Malaysia juga cepat dan tidak menyeramkan. Malah diajak ngobrol sama petugas pengecekan barang. Entah, dalam hati mungkin dia mikir

"Benar ya kata orang, Indon suka bawa gembolan belanjaan." (¬_¬)

Jadi? bener kannn kita keluar negeri jalan kaki hahaha. Gue sendiri sebenarnya dari kecil sering banget lintas daerah jalan kaki, tinggal keluar komplek jalan 5 langkah melewati jembatan sudah langsung sampai di Jakarta hehehe. Tapi pengalaman keluar negeri jalan kaki, baru pertama kali.


Ujian entah yang ke-berapa, mencari keberadaan Stasiun Padang Besar (sambil bawa gembolan lucu). Stasiun ini masih berada di dalam kawasan Padang Besar Border. Dari pengecekan barang, jalan lurus sekitar 100 m kemudian ke arah kanan, kalau bingung mending tanya petugas di sana. Kemarin kita sudah keburu keluar dari border baru masuk nanya petugas. Contoh tidak baik! karena akan melelahkan diri sendiri.

Dan begitulah, salah satu pemandangan yang disajikan Stasiun Padang Besar, sepertinya cocok untuk buat Music Video hehe.


Ruang tunggu di Stasiun Padang Besar. Tempatnya bersih serta tersedia tempat makan. Jadinya, bisa makan siang di sini. Waktu kita sampai sekitar jam 11.00 waktu Malaysia masih sepi karena kereta kita baru berangkat jam 14.00. Jadinya nunggu lagi deh, lumayan dihabiskan dengan bersih-bersih di kamar mandi, makan siang dan menambal si gembolan lucu yang rusak di Phuket.

Oh iya! kalau kesini, coba ke kamar mandinya ya....yang paling ujung jauh dari pintu masuk. Rasakan perbedaannya~ semoga belum di renovasi ya kamar mandinya nanti

NB: Begitu masuk stasiun, jangan lupa untuk sesuaikan jam., Ingat, waktu di Malaysia lebih cepat 1 jam dari waktu Thailand!

KTM ETS PADANG BESAR- BUTTERWORTH

Dulu biasanya, para traveler yang menggunakan jalur Padang Besar Boarder menuju Malaysia, harus lanjut menggunakan bus menuju Penang, dan kalau tidak salah kendaraan untuk menuju terminal busnya sendiri cukup sulit.

Nah, sekarang!! Buat kalian yang ingin menuju Penang dari Padang Besar Boarder, sudah tersedia KTM ETS Padang Besar-Butterworth (MYR 21). Kereta ini baru beroperasi pada bulan Juli 2015, nah sebagai salah satu penikmat naik kereta, tentunya nggak ingin ketinggalan mencoba kereta baru tersebut.

Waktu gue naik kereta tersebut bulan Agustus 2015, jam keberangkatan dari Padang Besar yang tersedia adalah jam 14.00, 16.00, dan 17.00.
Tapi sepertinya sekarang sudah ada pemberlakuan jam keberangkatan yang baru (Oktober 2015) yaitu, jam 09.45, 16.15, dan 17.15

Info lengkap mengenai booking dan jadwal bisa dilihat di sini \(^▽^*)

Kereta KTM ini, berangkat tepat jam 14.00 waktu Malaysia. Ada pengalaman cukup mendebarkan ketika menunggu kereta ini. Jadi ceritanya, pintu untuk menuju peron belum dibuka sampai H-5menit keberangkatan, padahal keretanya sudah ada dari kita sampai di Stasiun Padang Besar. Beberapa kali calon penumpang bolak-balik pintu hanya untuk mengecek apakah pintu tersebut sudah dibuka atau belum. Ya, kalau pintu masih belum dibuka terus tiba-tiba keretanya jalan kan.......bye-bye o(╥﹏╥)o


Interior KTM ETS Padang Besar-Butterworth. Kalau dilihat-lihat nggak jauh beda sama Kereta KRL ya hehehehe. Di tiket kita ada pilihan untuk memilih tiket, tapi begitu di sana kata mbak pengecek tiket duduknya bebas. Perjalanan menuju Stasiun Butterworth Penang memakan waktu sekitar 1,5 jam, pemandangan yang disajikan di luar sejujurnya biasa aja sih dan nggak ada yang terlalu menarik, jadi kalau mau tidur bisa digunakan waktunya di sini.

FERRY TO GEORGETOWN


Sampai Stasiun Butterworth, lanjut naik ferry ke Georgetown. Dari pintu keluar kalian bisa jalan menuju Terminal Ferry Sultan Abdul Halim, tinggal jalan mengikuti arah yang sudah disediakan. TAPI!! Waktu kita jalan menuju terminal feri ada petugas keamanan yang nampaknya iba melihat kita membawa gembolan lucu, jadi dia memberi tahu bahwa sebenarnya ada shuttle bus gratis dari depan stasiun ke terminal feri. Tinggal tunggu saja di depan pintu masuk stasiun, shuttle bus datang setiap 15 menit sekali.

PS : Walaupun dibilang bus, sebenarnya hanya minivan untuk maksimal 10 orang. Jadi kalau tidak ada kesulitan yang berarti lebih baik jalan saja ke terminal ferry. Lebih sehat!

PS lagi : Naik ferry RM 1,20/orang (Agustus 2015). Kalau nggak ada uang kecil, ada penukaran uang sebelum antri masuk ferry.

Perjalanan naik ferry menuju Georgetown memakan waktu sekitar 20 menit. Di sinilah kelihatan para penduduk lokal dan ''tamu''. Penduduk lokal biasanya santai lelah sambil pasang muka bosen di dalam mobil sedangkan para "tamu" pada sibuk foto-foto. Yahh, buat stock foto pemandangan pesiar di kapal, lumayan lah ~(>_<。).



WELCOME TO GEORGETOWN!!!

Akhirnya....sampai jumpa di ujian terakhir. Mencari hostel tempat kita menginap di Georgetown. Sudah beda cerita, harap tunggu di post-an selanjutnya ya hehehe

Anyway, kita sampai hostel sekitar jam 17.00 (pakai acara muter-muter dulu). Jadi total perjalanan dari Phuket, Thailand hampir 12 jam lebih, terlalu banyak nunggu. Nunggu di Terminal Hatyai, nunggu di Stasiun Padang Besar. Kalau pakai minivan bisa lebih cepat 3-5 jam dan tentu lebih nyaman mungkin, tapi harus siap tawar-menawar dan uang lebih.

Pada akhirnya, semuanya terserah kalian, apa yang ingin dicari, apa yang ingin dicapai ( ̄ー ̄)ゞ.


AKHIR KATA, untuk para muka lelah perjalanan panjang


Makasih ya,
sudah mau tetap stay sama gue. Entah kenapa, mereka gue tawarin untuk pergi duluan ke Penang naik minivan langsung dari Terminal Hatyai, tapi entah mengapa malah ikut milih jalur sulit menuju Penang sama gue. Waktu gue nulis in jadi sadar, bisa dibilang perjalanan kita ini sedikit gila. Berani juga kita naik bus malam, membelah kebun kelapa sawit yang super gelap, "gaul" di terminal bus subuh hari bersama abang-abang calo dan supir bus.
Gue ngerti lelahnya keluar negeri jalan kaki ini, terutama harus bawa gembolan lucu pula, butuh kerjasama supaya bisa sampai ke hostel, apalagi sampai balik ke Jakarta. Makasih sudah sekuat tenaga menahan emosi dan ego masing-masing. YOU GO GIRLS! \(^O^ )>*

Semoga nggak kapok ya hehehe. Post ini spesial buat kalian.


Kemana lagi kita jalan kaki?? ada ide? share yuk :)

No comments

Powered by Blogger.