Amazing Thailand: When i was a scout


Once upon in my life, i was a SCOUT, a proud scout.
Cerita kali ini berawal dari situ.

10 tahun yang lalu, tidak lama setelah tsunami menerjang Aceh dan kawasan sekitarnya (termasuk Phuket), ada tawaran di sekolah untuk mengikuti Asia Pacific Regional Scout Jamboree di Thailand. Lucunya, dikala banyak teman yang tidak diizinkan karena ketika itu status Thailand yang baru saja diterjang tsunami, orangtua gue malah semangat banget ngijinin gue pergi kesana, sampai-sampai dikasih hadiah kamera digital Canon yang paling kece pada masanya disaat orang lain masih banyak yang menggunakan kamera film.

Jadilah selama kurang lebih 14 hari, gue berada di Negara Gajah Putih. Sebenarnya sih, kegiatan jambore hanya dari tanggal 28 Desember 2005 - 3 Januari 2006, sisanya.....wisata di Bangkok (‘-’*)

bersama pembina pramuka, kontingen dari Malaysia

GIMANA?? item kan gue~ hahahaha. Dekil mungkin? seperti anak hilang di negara antah berantah? Tapi kurus dibandingkan sekarang (n˘v˘•)¬


THAILAND

Sebagai negara asing yang pertama kali didatangi tentu meninggalkan kesan cukup mendalam buat gue, karena banyak pengalaman yang gue dapat di sana. Pertama ketemu dan berkomunikasi dengan orang dari negara lain, pertama kali melihat budaya negara lain, pertama kali masak dalam kegelapan plus dimarahin pembina regu karena dikira gak bisa masak, pertama kali mandi jam 5 pagi pakai air dingin, pertama kali merayakan tahun baru tidak bersama keluarga, pertama kali liat muay thai, pertama kali naik bukit dengan kemiringan nyaris 90 derajat, pertama kali tidur beratapkan bintang-bintang karena tendanya sudah dibongkar, dll.

Makanya, kemarin waktu ke Thailand agak sedikit semangat dan excited, penasaran setelah 10 tahun berlalu kawasan Pattaya seperti apa bentuknya. Penasaran pengen lihat lagi kawasan Sattaship, yang dulu jadi base camp waktu jambore. Beberapa di bawah ini foto-foto dari jambore 10 tahun yang lalu di sana.


suasana dapur di base camp kontingen Indonesia waktu siang. Masing-masing diberi kupon untuk belanja bahan makanan dan keperluan sehari-hari di tempat yang sudah disediakan. Awalnya kita sayang-sayang tuh kupon, beli makan seadanya ehhh menjelang hari terakhir kuponnya masih sisa banyak dan akhirnya dibeli macam-macam snack dan soft drink untuk dibawa ke Bangkok. Masih sisa banyak juga kuponnya karena hari-hari terakhir sudah memasuki masa penghabisan, jadi barang-barang yang dijual sedikit ●︿●


Saman. Performance salah satu kontingen asal Indonesia dalam kegiatan Culture and Peace Circle dimana masing-masing kontingen menampilkan pertunjukan khas dari negara asal mereka. Waktu latihan sebelum berangkat ke Thailand, pertunjukan mereka paling keren dan POLL BANGET!!! ヾ(@°▽°@)ノ


Sebenarnya lupa ini kegiatan apa, Culture Village mungkin, tapi gue ingat masing-masing regu harus buat semacam menara dari tali dan bambu-bambu yang telah disiapkan panitia. Disinilah ilmu tentang tali-temali sangat dibutuhkan hehehe.


 Aktifitas lain selama jambore, para kontingen diajak ke Khao Chi Chan (Laser Buddha Mountain) untuk.....menggambar Buddha ditengah teriknya sinar matahari (^~^;). Panas sih, tapi dikasih tempat berteduh kok di bawah pohon yang banyak ada di sana. Gambar gue gak masuk 5 besar sayangnya. Oh iya, itu yang warna hijau merupakan baju pramukanya Thailand, suka sama warnanya.


THAILAND 10 YEARS AGO VS THAILAND 2015

Pertama kali menjejakkan kaki di Bandara Don Mueang dan langsung dibawa pergi naik bus ke Pattaya di tengah malam 10 tahun yang lalu, kesan pertama gue antara lain,

"Wow Thailand bersih ya....", dipikirkan sambil setengah tidur, waktu liat jalan panjang menuju Pattaya (-_-) zzz. Sebenarnya, dibilang bersih bukan bersih seperti di Singapura ya tapi kenyataan gak ada debu yang terlalu mengganggu sudah gue anggap bersih.

"Wihh mobilnya keren! mau mobil kayak gitu!", dan semenjak itu gue suka banget sama mobil tipe 4 x 4, semenjak mobil itu jarang ada di Indonesia sampai sekarang ada banyak banget.....tetap saja belum kebeli hahaha

"Murah ya....", waktu liat harga HP cuma THB 200 untuk HP Nokia yang cukup terkenal di masanya, entah di pusat belanja dimana.

Kemarin, waktu gue kesana kesan-kesan tersebut ternyata gak berubah, kecuali untuk poin terakhir, karena ternyata.....beda dong ya belanja pakai uang sendiri sama dikasih, terlebih lagi sama sekali gak nemu itu yang jualan hp cuma THB 200. Bisa gulung tikar kali abangnya hahaha

Singkat kata, perjalanan kemarin selain sebagai perjalanan reward setelah skripsi selesai juga sebagai perjalanan nostalgia dengan bumbu setengah fangirling, berharap bertemu aktor dan aktris tertentu meskipun mereka lagi gak ada event yahh siapa tau ketemu di Siam. Aye-aye gambling!


Dengan waktu 3 hari 2 malam di Pattaya, gue berhasil mengunjungi kembali beberapa lokasi jambore dulu. Salah satunya Khao Chi Chan. Rasanya seperti ngomong "Hallo Buddha Mountain, i'm back again!! here's the proof. You looks great!". Gue lewati juga Culture Village dalam perjalanan menuju Khao Chi Chan meskipun tidak masuk ke dalam.


Nonton pertunjukan ini lagi di Nong Nooch. Thailand Culture Show. Dulu datang ke sini waktu acaranya sudah selesai mungkin ya, secara gue ingat sempat belanja topi putih yang gue pakai di foto sebelumnya

Dari 10 tahun beneran gak ada yang berubah? |・ω・`) 

Bukan berubah sih, tapi malah meninggalkan pertanyaan yang tidak terlalu besar sebenarnya tapi cukup mengganjal seperti,

"Dulu kayaknya kita jalan dari satu lokasi ke lokasi lain, jaraknya sepertinya dekat tapi sekarang gue harus naik motor dan itu lumayan jauh. Kaki gue dulu sekuat itu apa? kok dulu tahan banget sama panasnya Pattaya? huanjir~"

Sebelum berangkat kemarin sempat ngecek buku jambore gue. Di dalam buku gue menemukan bahwa ada acara di Mini Siam yang letaknya gak terlalu jauh dari kawasan Alcazar sedangkan kami dulu pernah kegiatan di Culture Village. Itu kan lumayan jauh jaraknya, padahal dulu seinget gue cuma sekali naik bis itupun waktu ke Pantai Pattaya. Jadi, lokasi perkemahan gue dulu sebenarnya dimana hmmm.....

AMAZING THAILAND, AMAZING BANGKOK

Jadi ceritanya, selama di Bangkok ada setengah hari dimana gue kabur dari rombongan, lepas dari itinerary hahaha....Alasannya?

"ketemu aktris kesayangan?" Nope (¬‿¬)
"kabur melihat aktor idaman?" Tidak tidak
"nonton Movie Thailand yang pengen banget ditonton mungkin?" NAH!
"Thai massage ya?" Itu apalagi =____=
"beli oleh-oleh?" hngg bisa jadi!
"hnggg....ketemu teman?" Yoi! ☚(゚ヮ゚☚)
"Lah?!"

Sebenarnya, kalau dibilang lucu sih lucu karena coincidence banget, gue kesana buat traveling dan kebetulan dia habis balik dari exchange di benua seberang, singgah sebentar di Bangkok. Bikin janji buat ketemunya aja baru di Bangkok hahaha.

Sataanee dtorbpai Seyam~ 

Sebelum gue berangkat memang, ada kakak yang berangkat duluan ke Bangkok bilang "Nja, Bangkok lagi penuh turis banget!". Dari sekian banyak turis, bisa gitu ketemu temen gue itu, secara Jakarta atau Bandung lebih dekat dan gak perlu naik pesawat 3 jam dulu. Jadi ya lucu aja. Life can surprise you sometimes ( ´ ▽ ` )ノ

Dengan berbekal pengalaman telah pergi Grand Palace, dkk 10 tahun yang lalu jadilah hari itu pergi ke Katedral Assumption, gak jauh dari Lub D, Silom. Alasan kedua kenapa gue rela untuk melepas Grand Palace adalah katedralnya sebelahan sama Assumption College, tempat syuting drama seri kesayangan dan beberapa aktornya ada yang sekolah di sana. Yeiiy! Rasanya ngeliat tempat tersebut dari dekat....fiks banget, gue stalker hahaha.

                                        Cuma bisa foto patung di depan gereja. St. Petrus~

(terduga) gedung pasturannya. Waktu kesana pas banget lagi ada misa di Convent-nya Assumption. Cuma di hall tapi ngiringin lagunya menggunakan orkes. Kece banget! 

Oke, lupakan fangirling, gak ketemu aktornya juga hiks. Katedral Assumption ketika itu sedang dalam masa perbaikan, jadi kita gak bisa masuk ke dalam, hanya bisa memandang dari luar. Sayang banget, padahal sudah semangat banget mau lihat interior di dalam. Jadinya hari itu lanjut ke Terminal 21 deh, gue mau beli titipan Tao Kae Noi titipan orang rumah (yang ternyata cukup menyulitkan dalam perjalanan selanjutnya).

*Pesan untuk tidak membeli snack sejenis chiki yang gembung dan makan tempat di tas benar adanya (҂⌣̀_⌣́)

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” ~ Ibnu Battuta

Thailand, negara asing yang gue kunjungi pertama kali waktu SMP, tempat gue mengambil pengalaman 10 tahun yang lalu, dikunjungan gue yang kedua kalinya malah kasih kejutan kecil yang aneh tapi lucu. Bertemu dengan teman semasa SMP yang entah berapa lama gak ketemu. Amazing Thailand~ 

PS: 
Ah iya, btw pada ahirnya gue gak ketemu aktor idaman TAPI!! Hari terakhir di Bangkok sempat ke Siam Paragon, rencananya cari tempat leyeh-leyeh habis dari Chatucak tapi karena semua tampak pricy dan rame banget jadi gue dan teman-teman yang lain memutuskan pindah ke Platinum Mall, melewati area air mancur di depan Siam Paragon.
TERNYATA!!! malam waktu gue cek Instagram, si aktor idaman tadi sore lagi di kawasan air mancur Siam Paragon!! Rasanya tuh.....nyess (╥_╥)


Kalian sendiri gimana? pernah melakukan traveling sambil bernostalgia? fangirling? atau mungkin menemukan kejutan ketika traveling? Share yuk :)

 

2 comments:

  1. Huaaa seru amat pramuka ampe ke thailand!! Btw itu dulu abis pramuka seminggu jalan2 sendiri gt? Ato bagian dari program jg? *gagal paham*

    ReplyDelete

Powered by Blogger.