NAP VS EXPLORE


Don't let sleepiness bog you down. If you have the choice between a nap and a chance to explore, EXPLORE. You won't regret it.
Kemarin iseng-iseng buka website dan bertemulah dengan quote di atas, yang cukup membuat gue berkata "THAT'S IT!! THAT ME." ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

Gak bisa diem.
Orang yang pernah jalan berdua sama gue ke tempat yang cukup jauh mungkin pernah mengalami kejadian dimana gue akan meninggalkan dia di penginapan saat pagi hari atau malam hari. Mau gimana lagi? kesempatan untuk melihat sesuatu yang baru di tempat yang baru dalam waktu singkat membuat rasa penasaran ini-itu semakin meningkat, dan apapun itu hasilnya baik pengalaman indah maupun pahit bisa jadi pengalaman atau kenangan lucu yang bisa diceritakan nanti. Dengan pemikiran seperti itu kadang, meskipun kadang tempat tidur dan suhu ruangan penginapan lebih menggoda untuk berlama-lama di sana, gue lebih memilih keluar, jalan-jalan pagi.....jalan-jalan malam.
Beberapa ini kumpulan foto hasil jalan-jalan pagi melawan rasa kantuk saat traveling.


Ranupani, Bromo

Pagi-pagi sekitar jam setengah 6 kurang, di tengah super dinginnya udara Ranupani dan sinyal handphone yang luar biasa tidak ada jaringannya membuat kita keluar dari penginapan dan berjalan-jalan. Tapi memang lebih baik keluar kamar sih untuk jalan-jalan karena suhu ruangan waktu itu superrrrrrr dingin, padahal badan sudah ketutup semua. Hasilnya~



Ladang Bawang Daun plus bulan yang masih sedikit mengintip ♪(o^0^)o♪



 Ranupani di pagi hari~ langitnya ungu. Favorit banget ♪(o^0^)o♪


 Masih di Ranupani~ sunrise sunrise

Kapan lagi lihat langit cerah nan ungu di kota besar? Waktu itu sebenarnya cuma ngiterin danau aja sih, lumayan olahraga pagi, gerak badan sedikit daripada membeku di penginapan.


Bantul, Yogyakarta



 Sepedaan pagi-pagi sampai ke desa seberang. Ada jembatan fotogenik. Kata Ibu namanya Jembatan KARANG GAYAM karena letaknya di Desa Karang Gayam. Di Bantul, memang enaknya sepedaan pagi-pagi melihat sawah yang hijau-hijau, anak sekolah yang pergi ke sekolah, atau main ke Pasar Bantul. 



 Jam 5 pagi sudah keluar rumah menuju Pantai Parangtritis. Salah satu perjuangan bangun pagi yang tersulit karena waktu itu menginap di Yogya hampir 2 minggu, jadi jalan-jalan paginya diundur terus sampai hampir mendekati waktu pulang hehe. Meskipun tahu tidak akan bisa lihat sunrise dari sini tapi lumayan lihat mbak-mbak yang saling curhat ditemani deburan ombak ヽ(○´∀`)ノ♪ 


 Tapi sebelum sampai pantai, nikmati sunrise dulu dari jembatan yang ada di sekitar Sungai Opak. Salah banget tidak bikin timelapse di sini.




Masih dari jembatan di sekitar Sungai Opak~ langit ungu kebiru-biruan


Jalan ke Parangtritis waktu itu karena masih pagi jelas sepi, bisa ngebut!! sepanjang jalan ditemani bapak-ibu yang baru pulang dari masjid setelah sholat subuh. Rame juga. Gak takut begal deh hahaha.


Kyoto, Jepang

Pagi, sekitar jam setengah 6, dan ditengahnya dinginnya udara Kyoto dengan berbekal sedikit informasi dari Detective Conan The Movie: Crossroad Ancient Capital kalau Kyoto jalanannya berkotak-kotak, gue pun memberanikan diri untuk keluar dari penginapan.



Ternyata ada taman kecil~ orang sebesar gue boleh naik ga ya? (¬‿¬) 
                                      

 Taman dan sungai di sekitar penginapan, plus terduga burung gagak. Banyak banget burung gagak yang terbang kesana kemari


 Masih sungai dan taman tampak depan~ (ノ ̄ー ̄)ノ


 Japanese style apartemen nya!


 Matahari terbit di negara matahari terbit~ 


Lagi-lagi foto taman. Duduk sebentar sambil selonjoran di pinggir sungai....nyaman ヾ(⌐■_■)ノ♪


Sebenarnya, selain pagi-pagi, kemarin beberapa kali juga jalan-jalan waktu malam. Waktu di Kyoto, setelah mandi malam gue dan Ines memilih untuk jalan-jalan keluar masuk konbini yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jepang sampai jam 3 pagi dan pada saat itulah gue harus berpisah dengan Zenfone 5 yang entah jatuh dimana. Jadi gak ada fotonya (T▽T)

PENGALAMAN ANEH?

Gak aneh juga sih, tau sendiri Jepang negara dimana penduduknya (kebanyakan) taat peraturan. Jadi walaupun jalanan sepi, tidak ada mobil yang lewat kita harus menunggu lampu hijau nyala di tengah dingin beranginnya Kyoto bulan Maret. Motto kita berdua waktu itu, "Kalau ada Orang Jepang melanggar, kita ikutin!!", dan ada aja tuh hahaha. Dingin tante~ o(_ _)o

Oh iya! saat akan balik ke hotel, ketemu orang mabok di depan karaoke tergeletak tiduran sambil muntah di trotoar. Terus kita bingung berdua. Ngeliatin reaksi orang sekitar. Ada yang mau bantu tapi dilarang pacarnya, ada yang lewat aja, ada yang bingung juga kayak kita, ada yang ngeliatin dari depan 7/11~

JADI?? 

Kalian Bagaimana? termasuk orang yang manakah kalian? boleh di share pengalamannyaヾ| ̄ー ̄|ノ

No comments

Powered by Blogger.